Asal usul Jembatan merah

  Jembatan Merah

https: img.okeinfo.net content 2015 11 09 406 1246192 karena-ini-disebut-jembatan-merah-VejGmlT9Uz.jpg
EMBATAN Merah merupakan bangunan bersejarah di Kota Pahlawan, Surabaya. Kenapa bangunan bersejarah itu dinamakan Jembatan Merah?
Jembatan Merah menjadi ikon Surabaya, karena asal-usulnya yang penuh sejarah. Jembatan yang menghubungkan Jalan Rajawali dan Jalan Kembang Jepun ini awalnya dibangun atas kesepakatan Pakubuwono II dari Mataram dengan VOC sejak 11 November 1743.
Jembatan ini dikenal sebagai Jembatan Merah setelah menjadi lokasi pertumpahan darah antara arek-arek Surabaya melawan tentara sekutu pada tahun 1945.
Titik utama pertempuran yang dipimpin Bung Tomo tersebut terjadi di kawasan Viaduct atau berjarak sekira 500 meter dari Jembatan Merah.
Tidak hanya itu, sekitar 50 meter di sebelah barat Jembatan Merah merupakan lokasi meledaknya mobil Brigadir Jenderal AWS Mallaby. Pimpinan tentara sekutu dalam pertempuan dengan pejuang di Surabaya itu pun tewas di tempat.
Lokasi tewasnya Brigadir Jenderal AWS Mallaby tersebut kini dijadikan Taman Jayengprono. Taman yang kini berlokasi di depan Jembatan Merah Plaza ini menjadi salah satu daya tarik turis.
Sementara itu, Jembatan Merah sempat mengalami perubahan fisik pada sekira tahun 1890-an. Pagar pembatas Jembatan Merah yang awalnya kayu diubah menjadi besi.
Kini pemandangan Jembatan Merah hampir sama dengan jembatan lainnya, perbedaannya hanyalah pada warna.
Meski begitu, turis masih bisa berkeliling di sekitar Jembatan Merah. Karena, banyak tempat-tempat menarik yang juga tidak kalah nilai sejarahnya.
Misalnya, berada di Jembatan Merah ini kita bisa melihat pemandangan bangunan gedung-gedung kuno yang legendaris, seperti Gedung Internatio, Gedung Cerutu dan Gedung Singa di sebelah barat. Sedangkan, di sebelah timur Jembatan Merah turis dapat melihat gerbang kawasan niaga Kya-Kya di Jalan Kembang Jepun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini